Bandar Sakong

Cerita Sex Hot Pemerkosaan Tanteku Yang Seksi

Cerita Sex Hot Pemerkosaan Tanteku Yang Seksi

Cerita Sex Hot Pemerkosaan Tanteku Yang Seksi

Majalah Bokep - Panggil saja aku Heri. Aku laki-laki berumur 22 tahun, saat ini aku kuliah di Yogyakarta, dan aku menumpang tinggal bersama tanteku. Lumayan pikirku daripada harus keluar biaya lagi untuk menyewa sebuah kamar kost.

Sementara rumah tanteku ini memang cukup luas dan pasti memiliki kamar tidur lebih. Kebetulan memang kami cukup dekat, di sanalah terjadinya Cerita Sex antara aku dengan tanteku ini.

Tanteku bernama Tante Melda. Umurnya saat ini berkisar antara 32-33 tahun, masih terbilang muda. Tinggi badannya sekitar 165cm, dengan ukuran payudara yang cukup menggoda bagi lelaki mana saja yang melihatnya. Apalagi dengan bentuk tubuh dan wajahnya yang menawan. Tak ayal beliau merupakan seorang janda kembang di lingkungan tempat tinggalnya.

Jujur saja, aku sebagai keponakannya sering kali terpana melihat penampilan tanteku yang cantik dan seksi ini. Tak jarang aku menjadikan dirinya bahan khayalan saat sedang bermasturbasi.

Hingga akhirnya suatu sore saat Tante Melda sedang mandi, aku memberanikan diri untuk mengintipnya melalui lubang kunci. Saat kudekatkan mataku ke dalam lubang kunci itu, nampak jelas tubuh polos tanteku itu. Terpampang jelas payudaranya yang masih kencang dan padat itu, sungguh indah pemandangan yang kulihat saat itu.

Ditambah lagi bagian kewanitaannya yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. Guyuran air yang mengalir dari shower membasahi tubuhnya sehingga nampak mengkilap karena kilauan cahaya lampu yang memantul dari air yang mengalir dari ujung rambut hingga ujung kakinya.

Tangannya mengusap rambut dan menggosok badannya, sesaat ia matikan keran shower dan mulai menyabuni dirinya. Pelan-pelan dia usap hingga merata di sekujur tubuhnya. Mulai dari perut naik ke leher lalu turun kembali ke bagian payudaranya, di bagian itu entah kenapa tante Melda mengusap sabun sambil sesekali memberikan pijatan kecil pada bulatan kembar yang indah itu.

Setelah cukup puas memanjakan daerah tersebut, tangannya kembali turun ke kaki menelusuri pahanya, di rasa cukup rata sabun di kakinya, tangan tante Melda mulai bergerak naik kembali ke paha hingga akhirnya mencapai pangkal paha alias kewanitaannya. Sambil menjinjitkan kakinya yang satu lagi, tante nampak mengusap-usap bagian kewanitaannya itu dengan lembut dan gerakan naik turun.

Saat ia melakukan itu aku perhatikan ekspresi wajah tante, nampah mulutnya sedikit terbuka dan ia memejamkan matanya. Melihat pemandangan tersebut membuat kejantanannku bereaksi menjadi keras dan tegak.

Pemandangan indah yang tidak setiap hari kudapatkan ini sungguh menggairahkan. Aku terus mengintip tanteku yang sedang mandi itu hingga ia akhirnya selesai, kurang lebih 20 menit waktu yang ia habiskan dalam kamar mandi. Selama itu pula aku menahan nafsuku untuk bermasturbasi.

Saat Tante Melda selesai mandi dan hendak keluar, aku segera beralih dari depan pintu dan kembali duduk di sofa yang terdapat di ruang santai. Masih tergambar jelas bayangan tubuh bugil Tante Melda tadi saat sedang mandi.

Di tengah pikiranku yang melayang-layang Aku melihat Tante Melda berjalan menuju kamarnya dengan balutan handuk. Kuperhatikan lekuk tubuhnya yang menggairahkan itu, tonjolan pantan dan payudaranya sama-sama menarik perhatian dan membuat setiap orang yang melihatnya pasti ingin meremas karena gemas dibuatnya.

Begitu keluar dari kamarnya, nampak Tante Melda mengenakan kemeja ketat berwarna cerah dipadukan dengan sebuah rok yang berwarna gelap. Penampilannya sungguh menawan, aku yakin bawahannya pasti sering gagal fokus saat berhadapan dengannya.

Sebagai informasi, tanteku ini memang seorang wanita karier yang saat ini memegang jabatas sebagai seorang Manager Operasional di sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang logistik.

“Her, Tante pergi meeting dulu ya di kantor. Pulangnya nanti mungkin agak terlambat, jika tidak ada kendala sekitar jam 9, kamu tolong jaga rumah dulu ya.“

“Oke Tante.” kataku.

Lalu tante segera meninggalkan diriku dan menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Begitu menyala dan pintu dibukakan, tante pun segera berangkat ke kantornya. Setelah kulihat mobil tante sudah keluar dari rumah, aku pun iseng masuk ke kamarnya.

Kebetulan memang kamarnya tidak terkunci. Melihat isi kamarnya yang terbilang rapi dan glamour itu aku sempat kagum dibuatnya. Aku pun segera membuka lemari pakaiannya. Saat sedang asyik melihat isi lemarinya, tak sengaja kutemukan 2 buah vibrator.

Aku dapat memakluminya, karena beliau sudah menjanda selama 2 tahun, pastilah kebutuhan seksualnya tak terpenuhi. Mau tidak mau harus memenuhi sendiri dengan bermasturbasi. Aku kembali mencari benda yang kuinginkan.

Tak berselang lama, benda yang kucari-cari akhirnya berhasil kutemukan. Setumpuk pakaian dalam milik Tante Melda, celana dalam beserta BH dengan berbagai model dan warna. Kupilih sebuah celana dalam berjenis g-string berwarna pink berikut BH juga dengan warna yang sama.

Segera kutinggalkan kamar tante dan segera menuju kamarku, di dalam kamar aku menciumi dan menjilat pakaian dalam itu bergantian sambil kubayangkan payudara tanteku yang biasa ditutupi oleh pakaian dalam itu. Tanpa terasa penisku sudah tegang dan tak bisa ditahan lagi keinginan untuk mengocoknya.

Kukeluarkan senjata kebanggaanku itu dari sangkarnya dan kukocok dengan penuh nafsu, selang 20 menit kemudian aku hendak mencapai orgasme. Kuarahkan penisku ke celana dalam tante Melda yang sedang kupegang itu dan kusemprotkan spermaku di sana.

“Aaahhhh…” Desahku penuh kenikmatan setelah mencapai orgasme dan menumpahkan spermaku ke celana dalam wanita idamanku itu.

Usai melampiarkan nafsu liarku itu, aku bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan beres-beres. Aku pun bersantai sendirian di rumah, sambil menikmati cemilan yang ada aku pun nonton serial TV Prison Break yang kusuka. Saat tengah asyik menikmati suasana santai itu, terdengar suara pagar terbuka, ternyata Tante Melda yang pulang.

“Nonton apa tu Her..?” Tanyanya saat melihatku di ruang santai.

“Ini, Tan.. Prison Break..” kataku.

“Ooo.. yang tentang adik kakak kabur dari penjara itu ya..?”

“Iya. Tante tau juga filmnya..?”

“Iya donk, Tante kan gini-gini ngikutin juga film itu..”

“Waah, pantes aja tau..”

“Nih ada cemilan tambahan buat nemenin kamu nonton. Tante tinggal beberes dulu ya, ga enak nih dah seharian di luar.”

“Iya, Tante. Makasih ya…” jawabku sambil menerima martabak Red Velvet yang dibawakan oleh Tanteku.

Tante Melda pun berjalan masuk menuju kamarnya, aku sendiri juga mulai asyik menikmati martabak yang dibawakan oleh tanteku itu. Nikmat sekali rasanya. Sekitar setengah jam aku ditinggal sendirian, akhirnya Tante keluar dari kamarnya dengan setelan baju tidur berbahan sutra dengan warna pink dan memiliki belahan dada yang rendah. Sepintas pikiranku melayang mengingat celana dalamnya yang tadi kupergunakan untuk menampung air maniku.

Ia berjalan lurus ke dapur, dari belakang nampak bongkahan pantatnya yang terceplak dalam setelan tersebut. Kuperhatikan tidak nampak ada ceplakan celana dalam di setelan yang ia kenakan, hal itu menandakan bahwa saat ini ia sedang menggunakan celana dalam model g-string. Pikiranku melayang semakin liar dibuatnya. Begitu dirinya hilang dari pandangan karena terhadang oleh tembok, aku kembali tersadar dari lamunan kotorku dan kembali menonton serial yang sedang kutonton tadi.

Dengan membawa segelas air putih ia melangkah menuju sofa tempat aku duduk saat ini.

“Kamu dah makan malam belum..?”

“Uda, Tante. Tadi aku pesen nasi goreng di depan..”

Kebetulan memang di depan gang rumah tanteku ini ada seorang penjual nasi goreng yang rasanya enak sekali dan aku salah satu langganannya.

“Tante mau pesan juga ah..”

Tante pun mengambil handphonenya dan menelepon tukang nasi goreng itu dan memesan nasi goreng rendang yang memang favoritnya. Pesanannya datang 20 menit kemudian. Sambil menunggu kami menikmati film serial yang sedang ditayangkan di TV Cable.

“Tante makan dulu ya..”

“Silahkan, Tan..”

Begitu selesai makan, tante kembali bergabung bersama diriku di sofa dan menikmati acara yang sedang ditayangkan. Saat ia duduk di dekatku, aku benar-benar tidak fokus. Aroma tubuhnya yang harum dengan pesona kecantikannya yang menawan ditambah dengan pakaian seksi yang ia kenakan, membuat pikiranku melayang kemana-mana.

Ditambah lagi posisi duduknya yang terbilang cuek sehingga pahanya menyembul keluar dan menampakkan mulus dan putih kulit pahanya. Payudaranya juga mengintip dari sela-sela belahan pakaiannya. Benar-benar menggoda iman sekali tanteku ini. Tak ayal penisku pun mulai mengeras, keringat dingin aku dibuatnya.

Saat sedang asyik berhayal, tiba-tiba tante Melda berdiri membuat khayalanku itu buyar seketika.
“Tante tidur duluan ya, uda ngantuk nih..” katanya sambil menguap
Memang tante Melda nampak lelah, mungkin karena aktivitasnya seharian ini yang menguras tenaga.
“Iya, Tan.. Aku juga sebentar lagi tidur nih, besok ada kelas pagi..”

Tak lama setelah Tante Melda masuk kamarnya, aku pun masuk ke kamar dan segera tidur mengingat besok harus bangun pagi untuk kuliah. Keesokan harinya aku bangun dan segera mandi. Selesai mandi aku pun keluar kamar dan melihat Tante Melda sedang berada di dapur menyiapkan sarapan.
“Sarapan dulu, Dan..”

“Iya, Tan…”

Pagi itu Tante Melda menyiapkan roti tawar yang diolesi selai kacang beserta segelas susu putih untuk sarapan kami, dan kami pun sarapan bersama di meja makan. Memang sudah kebiasaan kami untuk sarapan bersama sebelum memulai kegiatan di pagi hari. Pagi itu Tante mengenakan setelah blouse yang dipadukan dengan rok hitam, sungguh penampilan seorang wanita karier yang profesional dan menarik.

“Yuk berangkat..” kata Tante Melda mengajak setelah kami selesai makan.

“Yuuuk..” jawabku.

Kami pun segera berjalan menuju bagasi, Tante Melda masuk ke mobilnya dan aku pun menghampiri motor R250 kesayanganku dan bergegas menuju kampus. Seusai kuliah aku segera menghampiri 4 orang temanku yang memang maniak seks. Kami berlima berencana untuk mengerjai Tante Melda.

Hari yang direncanakan pun tiba.Kami berlima menunggu Tante Melda dipersimpangan jalan dekat kantornya.Pukul 18.00 yang ditunggu akhirnya keluar dari kantor. Kami segera mengikuti Tante Melda dari belakang. Didalam mobil, aku menumpahkan banyak cairan Chlorofom untuk membius Tante Melda. Akhirnya Tante Melda sampai dirumahnya. Aku melihat keadaan disekitarku, keadaan jalan komplek perumahan sepi.

Segera aku turun dari mobil,lalu menyekap hidung tante dari belakang dengan menggunakan sapu tangan yang sudah diberi Chlorofom. Tante sempat meronta-ronta,tapi tangan kananku mencengkram kuat tubuhnya. Tidak berapa lama kemudian tante pun tertidur. Aku segera menggendong tubuhnya dan segera berlari menuju mobil. Adi segera memembukakan pintu mobil untukku.

Sementara itu, Rudi segera memasukkan Mercy S Class tante kedalam garasi. Setelah Rudi selesai,kami segera meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempat yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Setelah didalam mobil, aku segera melepasan topeng yang aku kenakan.

“Gila lu, Dan.. Tante sendiri disikat juga..” kata Rudi kepadaku.

“Tante lu seksi juga ya..” kata Adi yang duduk disebelah Tante seraya meremas-remas dadanya.

“Rud, handycam lu bawa kan?” kataku kepada Rudi yang duduk dibelakang.

“Bawa..” katanya seraya mengeluarkan handicam dari ranselnya.

“Jangan lupa rekam, Rud..” kataku seraya mengulum bibir seksi tante Melda.

Aku dan Adi bergantian mengulum bibir seksi tanteku. Meremas-remas dadanya yang sekal itu. Sementara Rudi asyik merekam adegan kami. Yogi yang duduk di depanku,sedangkan Egi yang sedang menyetir asyik melihat adegan kami lewat kaca tengah yang ada di mobil.

30 menit kemudian kami sampai di sebuah gudang tua yang sudah tidak terpakai. Mobil Avanza milik Egi diparkir didalam gudang. Kami pun segera turun. Aku menggendong tubuh Tante Melda yang tengah tertidur. Kami segera mencari tempat untuk membaringkan tubuh Tante Melda.

Aku menemukan sebuah meja besar, usang, berdebu. Aku segera membaringkan tubuhnya ke meja tersebut. Kami pun segera mengundi untuk menentukan siapa yang pertama menikmati tubuh Tante Melda. Beruntung,aku yang pertama menikmati tubuhnya,yang berikutnya Yogi,Rudi,Egi,yang terakhir Adi.

“Shit.. Gw dapat ampas..” gerutu Adi.

Aku segera melepaskan celana jeansku, kemudian kulepaskan CD ku. Penisku yang telah mengeras segera meloncat keluar. Kemudian,kulepaskan satu persatu kancing kemeja kantor milik Tante Melda. Setelah lepas kancing terakhirnya, aku segera melepaskan kemejanya lalu kulemparkan ke bawah.

“Wooow…” sontak Rudi terbelalak sambil merekam tubuh tante Melda.

Setelah itu aku mebuka pengait resleting rok warna hitamnya.Kuturunkan perlahan-lahan kuturunkan resletingnya. Laluku pelorotkan roknya. Lalu kulempar roknya kelantai. Kini tubuh tante hanya berbalut BH warna hitam dan CD dengan warna yang sama. Aku segera naik kemeja.

Aku segera melumat bibir seksinya, kujilati belakang telinga kanannya, kugigit mesra telinga kanannya. Setelah puas aku segera melepaskan pengait BHnya. Setelah lepas, segera kujatuhkan BH hitamnya kelantai. Kini di hadapanku terhampar tubuh polos bagian atas milik Tante Melda.

Kuraba-raba, kuremas-remas perlahan payudaranya. Remasanku perlahan-lahan semakin keras, puas meremas dadanya aku segera memilin-milin mesra puting mungil miliknya. Setelah puas, aku segera menjilat-jilati puting kecoklatan miliknya. Kujilati puting yang kanan lalu yang kiri berulang-ulang seraya tanganku meremas-remas dadanya. Ketiga temanku duduk di lantai seraya menyaksikan adeganku dengan Tante Melda.

Puas dengan dadanya,segera kulepaskan CD seksi warna hitam miliknya.Setelah itu,kulemparkan CDnya kelantai. Aku, takjub dengan Vaginanya yang ditumbuhi rerumputan kecil.

“Damn.. Shiit…” sontak Rudi lagi.

Aku meraba-raba bibir Vaginanya yang ditumbuhi rerumputan kecil. Kumasukan jari tengahku kedalam vaginanya. Kucoblos-cobloskan jari tengahku semakin lama semakin liar. Setelah puas segera kulepaskan jari tengahku dari vaginanya. Lalu,kucari-cari klitorisnya dengan jari manisku. Kutemukan klitorisnya, lalu kepencet-pencet klitoris mungilnya,kujilat-jilati klitorisnya berulang-ulang. Tiba-tiba aku merasakan bibirku basah oleh cairan kental dari vagina Tante Melda.

“Hm… tampaknya tante orgasme nih..” kataku dalam hati.

Setelah itu aku mulai mengepaskan Penisku dengan Vaginanya. Setelah Penisku masuk semuanya, aku segera menggerakkan maju-mundur tubuhku. Penisku dengan leluasa keluar masuk di Vaginanya. Sementara bibirku asyik melumat bibir seksi miliknya, tanganku memeluk punggung sintalnya.

25 menit kemudian aku tidak sanggup lagi menahan gejolak magmaku yang akan keluar. Akhirnya Spermaku keluar di dalam vaginanya. Aku kemudian melepaskan Penisku yang blepotan cairanku dan cairan dari vagina Tante Melda.

Kubuka mulut seksinya dan kuhadapkan ke penisku, lalu kumasukkan kedalamnya. Kumaju-mundurkan kepala tante. Lalu, Spermaku keluar lagi didalam mulutnya.

Setelah itu giliran Yogi,kulihat Yogi membersihan sisa-sisa spermaku di Vagina dan bibir Tante Melda. Sekarang giliranku melihat adegan seks tanteku dengan Yogi. Yogi melalukan adegan seks yang hampir sama dengan apa yang aku praktekkan tadi.

20 menit pun berlalu dan Yogi pun sudah selesai menikmati tubuh Tante Melda. Kini giliran Rudi. Ketika giliran Rudi aku yang menjadi Cameraman untuk adegan seks Rudi dengan Tanteku.

25 menitpun berlalu, Rudi sudah selesai. Kini giliran Egi. 30 Menit lamanya Egi menikmati tubuh tante Melda. Akhirnya giliran Adi pun tiba.

30 menit berlalu, Adi pun selesai dengan tubuh tante. Rasanya kami masih belum puas jika hanya menikmatinya sekali saja. Kami pun kembali menggilirnya, tetap sesuai dengan undian sebelumnya. Kami menggilirnya samapai kami merasa puas.

Kira-kira pukul 02.00 ketika giliran Adi, Tante perlahan-lahan mulai sadar. Aku segera melempar topeng ke Egi dan Egi pun sudah memakai topengnya. Ketika Tante Melda  sepenuhnya tersadar kami sudah memakai topeng masing-masing.
Tante terkejut saat menyadari tubuhnya bugil dengan penis Adi masih menancap di vaginanya. Tangan Egi mencoba menahan gerakan kedua tangannya. Tampaknya Adi kewalahan menghadapinya. Kamipun segera membantu Adi memegangi tangan, kaki, dan tubuhnya erat-erat.

Tapi, tubuh dan tangan tante meronta lebih keras daripada yang tadi. Lalu, Rudi segera mengambil pistol mainan yang mirip asli ke kepala Tante Melda.

“Diam..!!!!” bentak Rudi seraya memukulkan gagang pistol mainan itu ke pelipis kiri Tante Melda.

Darah segar mengalir dari pelipis kirinya.

“Apa mau kalian..?” katanya sambil menangis.

“Yang kami mau adalah tubuhmu yang seksi untuk melayani nafsu kami semalaman..” kata Rudi menunjuk kearah kami semua.

Tante Melda pun terlihat pasrah dan terus menangis tidak percaya kalau tubuhnya akan kami gilir semalaman.Adi pun segera melanjutkan menggoyang tubuh tante,sementara Rudi masih menodongkan pistol mainan ke kepala Tante Melda.

“Baik…” erang tante mengerang keras ketika Adi menggoyang tubuhnya dengan keras.

Setelah puas menggoyang tubuh tante, Adi segera mengeluarkan spermanya di dalam vagina tante Melda. Setelah itu giliranku. Kutarik paksa kedua tangan tante, lalu menyuruh tante berlutut. Kujejalkan Penisku di bibir indahnya. Kupaksa bibirnya agar membuka. Lalu kujejalkan Penisku di dalam bibirnya. Kulihat Tante Melda menangis, tapi kuacuhkan saja.

Kugerakkan kepalanya maju mundur dengan paksaan tanganku. Puas dengan gerakkan tadi aku segera menyuruh Tante berbaring di meja. Aku tarik tubuh indahnya hingga ketepi meja, dan kuangkat pahanya tinggi-tinggi. Kumasukkan penisku dengan keras ke dalam vaginanya.

Kugoyang keras tubuhnya, seraya kedua tanganku meremas-remas dadanya. Setelah puas kulepaskan penisku dari vaginanya.

“Aaah.. Ahhh..” erangnya seraya menitikkan air mata ketika aku mulai menggoyang tubuhnya dengan keras.

Lalu aku naik ke ke meja dan menyuruh tante untuk mengambil posisi nungging setelah itu segera mengepaskan penisku dengan vaginanya. Segera kumasukkan penisku kedalam vaginanya. Dinding vaginanya seolah menekan keras penisku.

Segera kugoyang hebat tubuhnya, kuremas-remas pantat sintalnya, sesekali aku remas dadanya yang menggantung dan bergoyang mengikuti irama. Kuletakkan kedua tangan tante dipunggungnya, lalu kutarik punggungnya ke belakang.

Kukecupi telinga kanan dan kugigit mesra telinga kanannya. Kemudian kugoyang hebat tubuhnya, kedua tanganku meremas-remas payudaranya dengan keras.

“Aaaahhh.. ooohhhhh…” erangnya.

Magmaku sudah tidak sabar untuk keluar. Segera saja kutumpahkan magmaku di dalam vaginanya. Setelah aku, kini giliran keempat temanku. Setelah keempat temanku selesai menggilir Tante Melda, aku berencana membuat adegan yang lebih hot lagi. Aku,Yogi, Rudi bergabung satu group. Sedangkan Egi dan Adi bergabung satu group.

Aku segera tidur terlentang diatas meja, lalu kusuruh Tante Melda naik ke atas tubuhku. Tante Melda  mengepaskan vaginanya dengan penisku. Setelah masuk, tante menggoyang tubuhnya perlahan. Tante tidak tahu kalau Yogi naik ke meja tepat di belakangnya. Yogi segera menunggingkan tubuhnya,lalu mengepaskan penisnya dengan lubang duburnya.

Perlahan-lahan penis Yogi mulai masuk di lubang duburnya. Tante pun sempat meronta-ronta kesakitan, ketika penis Yogi yang besar itu masuk ke lubang duburnya. Ketika penisnya telah masuk semuanya di lubang duburnya, Yogi segera menggoyang tubuh tante perlahan.

“Aaaaahhh… Aaaaahhh..” erangnya.

Ketika tante mengerang kenikmatan, Rudi segera naik keatas meja. Boby berdiri tepat dihadapan Tante Melda. Rudi mengangkat kepala Tante Melda dan menjejalkan penis perkasanya ke mulut Tante Melda. Kini mulut tante asyik mengulum penis Rudi.

Gerakkan kami bertiga semakin liar. Yogi dibelakang, aku tepat dibawahnya, sementara Rudi tepat dihadapannya. Sementara itu tangan-tangan kami tidak kalah liarnya. Tangan Yogi asyik meremas-remas pantat dan payudara tante, sementara tanganku secara bersamaan dengan Yogi meremas-remas payudaranya dengan keras, sedangkan tangan Rudi asyik menarik rambutnya.

Goyangan kami semakin menggila, adegan itu berlangsung kurang lebih 20 menit. Yogi yang pertama mengeluarkan magmanya di lubang dubur tante, kedua segera kukeluarkan magmaku di dalam vaginanya, tak lama kemudian disusul Rudi yang mengeluarkan di mulutnya. Setelah puas, kami segera turun dari meja. Tampak,tubuh tante terkulai lemas.

Tak lama kemudian Adi dan Egi mulai membersihkan sisa-sisa sperma kami disekitar lubang dubur, vagina, dan mulut tante Melda. Setelah semuanya bersih mereka tak memberi waktu istirahat kepada tante. Mereka berdua mulai melakukan adegan yang sama dengan kami bertiga lakukan. Kulihat,Boby asyik merekam adegan mereka layaknya cameraman profesional, sedangkan Yogi nampak berusaha untuk mengatur nafasnya kembali.

20 menit pun berlalu. Adi dan Egi tampaknya sudah selesai menggoyang tubuhnya. Aku memberikan 5 menit untuk tante mengatur nafas. Setelah nafasnya kembali normal, aku tarik kedua tangannya dan suruh dia berlutut. Kami berlima mulai membentu lingkaran dan perlahan-lahan berjalan menuju tubuh tante. Kami, segera mengocok penis masing-masing. Kemudian, kami menyemburkan sperma secara bersamaan ke wajah tante.

*Crooot.. crottt.. crooottt…*

Sperma kami membasahi wajah, rambut, dan sebagian dadanya. Kini wajahnya penuh dengan cairan sperma kami. Aku, segera menjejalkan penisku ke mulutnya. Kugerakkan maju-mundur kepalanya. Setelah penisku bersih dari bercak sperma, kini giliran keempat temanku melakukan hal yang sama denganku.

Rudi mengambil lap kering dan melemparkannya ke tante. Rudi menyuruh tante untuk mengelap wajahnya dengan lap itu. Sementara aku mengambil gunting dan mulai menggunting kemeja yang tadi tante kenakan. Aku menggunting dibagian bawah dadanya,lalu menggunting kedua lengan kemejanya.

Setelah wajah tante bersih,aku melemparkan kemeja dan roknya yang telah kumodifikasi sedikit. Kemudian, aku menyuruhnya untuk memakai kemeja tersebut tanpa BH dan kemudian roknya tanpa celana dalam. Tubuh tante sangat seksi memakai setelan hasil karyaku.

Egi, berpura-pura menanyakan alamat rumah tante. Tante Melda pun menjawabnya secara terbata-bata. Kami,segera menyuruhnya untuk segera menaiki mobil. Aku duduk di tengah bersama Tante Melda dan Adi.

Egi,segera menghidupkan mesin mobilnya. Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu. Selama,didalam mobil aku dan Adi bergiliran menciumi bibir tante. Sementara itu tangan kananku meremas dada kiri tante sedangkan tangan kanan Adi meremas dada kanannya.

Kira-kira pukul 04.30 kami telah tiba di rumah Tante Melda. Kami segera menarik paksa tubuhnya turun dari mobil. Aku melihat tubuhnya berjalan terhuyung-huyung lemas dan berusaha membuka pintu garasi. Sementara mobil yang kami tumpangi telah jauh meninggalkan rumah Tante Melda.


Terimakasih Atas Kunjungan Anda.Jangan Lupa Selalu Berkunjung Kembali
supaya tidak ketinggalan Cerita cerita Dewasa Terbaru.

Jika Kamu Menyukai Postingan Ini, Share Ke Teman-Temanmu Di Facebook ya Pulsker!


CERITA SEX DEWASA | CERITA SEX TERBARUCERITA SEX HOT | NONTON BOKEP
Cerita Sex Hot Pemerkosaan Tanteku Yang Seksi Cerita Sex Hot Pemerkosaan Tanteku Yang Seksi Reviewed by Layar Lendir on November 20, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Bandar Sakong
Diberdayakan oleh Blogger.