Bandar Sakong

Cerita Sex Hot Sang Pemikat

Cerita Sex Hot Sang Pemikat

Cerita Sex Hot Sang Pemikat
www.LayarLendir.com

Majalah Bokep - Perkenalkan namaku Deki. Usiaku saat ini 28 tahun, aku masih single karena setiap aku
melakukan hubungan yang serius pasti endingnya aku akan ditinggalkan, begitu seteruanya
sampai sekarang. Sebagai lelaki aku memiliki postur tubuh yang Liifgat atletic, dan
kulitku yang putih bersih serta rambutku yang gondrong membuat pandangan yang berbeda dari
kaum wanita. Mungkin karena takdir sampai saat ini belum menikah.

Waktu itu aku sedang keluar kota dan aku menginap disebuah hotel. Ketika malam aku jalan-
jalan untuk menari udara segar. Karena hotel yang aku tempati dikelilingi banyak mall,
lantas aku masuk aja kesebuah mall. Ketika aku melihat-lihat sebuah barang, kode dari mall
menunjukan mall akan sudah tutup, namun sekejap pandanganku tertuju pada seorang wanita
yang ada disebelah outlet. Dan tanpa menuggu lama lagi aku langsung nyamperin cewek itu.
Semakin aku jalan mendekat, cewek itu terlihat Liifgat manis sekali. Kelihatan umurnya
masih muda sekitaran 23 tahunan. Dia memiliki paras yang cantik, tubuhnya sintal dan juga
yag menarik dia tinggi dan juga buah dadanya yang menonjol dan padat. Kemudian aku pun
iseng-iseng memilih suatu barang disitu dengan terus mencuri pandang melihat kemolekan
tubuh cewek itu. hingga akirnya karena mall yang sudah mau tutup, cewek itu nyamperin aku
dan.
“selamat malam bapak” , sapa pegawai itu dengan ramah
“malam juga mbak” balasku
“ada yang bisa saya bantu pak ?” tawarnya dengan senyum
“saya hanya mau liat-liat aja mbak, sapa tau ada yang cocok” jawabku
“silahkan dipilih pak Liifdalnya, karena sekarang juga lagi ada diskon”
“oh ya ? ada diskon ya ? kebetulan saya gak punya Liifdal mbak, kemana-mana pake sepatu.
Ini aja pake Liifdal hotel” kataku sambil menunjukkan Liifdal hotel A yang aku pakai.
“ooo..nginap di hotel A ya pak ? memangnya bapak dari mana?” tanyanya
“iya mbak..Aku memang menginap di hotel A, gak jauh dari sini. Aku dari palembang, baru
sampe lampung kemarin pagi. Biasa…ada kerjaan” jawabku

“udah mau tutup ya mbak ?” tanyaku selanjutnya, krn kulihat beberapa pegawai yang lain
mulai memasukkan keranjang sepatu ke dalam toko.
“iya pak, kita tutup jam 9 malam, tapi kalo masih ada pembeli, kita tetap layani”
jawabnya. Saat itu memang aku liat masih ada sekitar 5 pembeli lagi yang lagi meliat dan
mencoba-coba sepatu dan Liifdal.
“mbak udah lama kerja disini ?” tanyaku sok akrab
“sekitar 7 bulan pak” jawabnya
“asli lampung ?
“iya pak, saya asli lampung” jawabnya lagi
“rumahnya jauh dari sini?” tanyaku lagi, krn setelah diliat2, neh anak lama2 lumayan juga
neh buat nemenin aku di hotel hehehehehe
“gak terlalu jauh kok pak, sekitar 20 menit dari sini” jelasnya
“umurnya berapa mbak?” selidikku
“23 tahun pak” jawabnya pendek

“kalau pulang kerja malam gini, pulangnya naik apa?”
“kadang naik motor sendiri, kadang dijemput sama adek tapi kadang juga dianter sama temen
sini pak kalo shiftnya sama. Kalo malam ini dijemput sama adek” jelasnya
“gak dijemput pacar?”
“pacar saya kerja di luar kota pak”
“oooooo…..” gumamku sambil manggut-manggut sambil tetap mencoba Liifdal yang mau aku beli.
“aku ambil yang ini aja mbak” kataku kemudian sambil menyerahkan Liifdal yang aku pilih ke
dia.
“ Cuma beli satu aja pak ??” tanya dia
“lhoo…itu kan aku beli dua, kiri satu kanan juga satu. Jadi jumlahnya dua. Iya kan ?”
candaku. dan diapun tertawa.

“ahhh…bapak bisa aja. Kalau sepatunya gak sekalian pak?”
“sepatunya besok aja deh, lagian kan tokonya mau tutup. Besok aja aku kesini lagi buat
liat-liat sepatunya sekalian ketemu ama mbak lagi” godaku
“bener ya pak, besok saya tunggu lho”
“oh ya…nama mbak sapa ? tanyaku sambil melihat dia
“saya Eliif pak”
“kalo aku Deki” jawabku sambil berjalan ke kasir dan mambayar Liifdal yang aku beli.

Setelah itu aku pamit sama dia dan kembali ke hotel sambil membawa hasil belanjaanku malam
itu. Setelah jalan beberapa langkah, aku baru sadar kalo belum meminta nomer hp Eliif.
Ahh…gobloknya aku. Tapi mau balik lagi gak enak dan aku liat tokonya juga dah mau ditutup
pintu besinya. Akhirnya malam itu aku dihotel sendiri lagi. Esoknya setelah uruLiif kelar,
sekitar jam 7 malam aku balik lagi ke toko BATA itu, dan benar aja, Eliif juga ada disitu
(ya iyalah..kan dia kerja disitu). Saat aku masuk toko, langsung disambut oleh Eliif.

“selamat malam bapak” sapa Eliif masih dengan ramah seperti kemarin malam
“malam juga Eliif. Seperti yang aku bilang kemarin. Malam ini aku kesini lagi untuk liat-
liat sepatu dan ketemu dengan kamu lagi” jawabku setengah merayu

“ahh…Eliif jadi malu pak”
“lho…kenapa malu ? biasa aja lagi. Oh ya…jangan panggil pak dong. Kan umur kita juga gak
beda jauh. Panggil aja Deki
“iya mas Deki” jawabnya pendek
“nahh…gitu kan lebih enak”
“malam ini masih dijemput sama adek ya?”
“gak mas…malam ini Eliif pulang sendiri, karena tadi bawa motor sendiri”
“wah…malam-malam gini ati-ati cewek naik motor sendirian”
“udah biasa kok mas, lagian emang gak ada yang nemenin kok mas”
“aku sih mau nemenin kamu pulang naik motor, tp nanti siapa ya yang nganterin aku ke hotel
lagi?” candaku

“iya mas. Eh…masih nginap di hotel A pak ?”
“masih kok. Kenapa ? Mau mampir ?” harapku
“ahh..gak enak mas” katanya kemudian
“lho…gak enak sama siapa? Aku sendirian kok di hotel. Lagi pula kalo di hotel kan kita
bisa ngobrol lebih banyak lagi. Iya kan ?? kataku menyakinkan dia
“iya juga sih mas…”
“ya udah…nanti pulang kerja aku tunggu kamu di hotel A ya, aku di kamar 303. Langsung naik
saja. Aku di kamar dan gak kemana-mana kok” kataku cepat, supaya dia gak bisa menolak
lagi.

Lalu aku segera pilih sepatu yang pas, krn harganya juga lagi diskon dan segera aku bayar
ke kasir dan segera balik ke hotel. Sebelum ke hotel aku ke apotik yang ada di sekitar
hotel untuk beli kondom .

Sesampainya di hotel masih jam setengah 9 malam, jadi masih sekitar setengah jam lagi
Liiftai baru pulang kerja. Ssegera aku persiapkan semuanya, mulai mandi lagi biar wangi
kalo Eliif datang, lalu pake kaos dan celana pendek tanpa celana dalam.
Sambil menunggu Eliif datang, aku liat tv sambil rebahan di kasur sambil membayangkan apa
yang mau dilakukan kalo Eliif nanti datang. Pokoknya otongku harus merasakan hangatnya
memek Eliif malam ini, krn dah beberapa hari ini gak muntahkan isinya.
Jam 9.15 malam, seseorang mengetuk pintu kamar. Aku berharap itu Eliif yang datang. Benar
saja, Eliif berdiri di depan pintu kamar hotelku. Dia sudah berganti baju, gak pake kaos
merah BATA nya itu, tp udah pake kaos t-sirt biasa dan celana jeans birunya. Aku
persilahkan dia masuk, dan duduk di pinggir tempat tidur, krn kursi yang ada aku letakkan
tasku,sehingga dia tidak bisa duduk disitu. Emang dah sengaja di setting begitu.
“mau minum apa Liif? Cuma ada air putih, teh kotak dan pocari aja neh. Harap maklum ya.”
“pocari aja deh”

“capek ya Liif?” tanyaku sambil menyerahkan pocari kaleng ke dia. “silahkan diminum Liif”
lanjutku
“iya..makasih mas. Enak ya mas ini, hotelnya bagus, trus bisa chating dan internetan di
kamar juga” sambil melihat ke arah laptopku yang lagi buka mirc.
“kamu mau online? Silahkan aja dipakai. Gratis kok !”
“wahhh…mas ini ternyata doyan juga ya situs beginian ?” katanya kemudian setelah melihat
yang ada di laptopku
“ahh..biasa aja kok Liif, buat mengisi kekosongan waktu”

Hehehehe…pancinganku berhasil. Karena selain buka mirc, ada window yang lagi buka DS dan
saat itu lagi di forum cerita seru dan lagi di forum video amatiran. Kulihat dia sedang
melihat preview video yang sedang aku download, lalu aku liat dia juga membaca cerita seru
yang ada di DS.
“kamu juga suka ya Liif dengan situs beginian ?”
“Aku sih jarang internetan mas, jadi jarang buka situs beginian”
“walaupun jarang buka,tapi pernah kan Liif?”
“iya sih…pernahlah”
“Trus ini download film apaan mas ?” katanya sambi liat previewnya.
“ahhh…film pendek kok. Kamu pernah kan liat film begituan ?”
“ya pernah lah mas…kan aku gak kuper-kuper banget”
Asiikkkk…aku bersorak dalam hati, kayaknya malam ini aku bisa mengahangatkan Penisku neh
malam ini. Tanpa terasa Penisku bereaksi dan mulai bangun sedikit2. Tapi supaya gak
ketahuan, maka aku tutupin dengan bantal saja.
“aku pinjam kamar mandinya ya mas”
“silahkan Liif”

Pasti memeknya basah tuh… pikirku. Aku pun menggunakan kesempatan itu untuk membenarkan
posisiku juniorku, agak gak terlalu keliatan sama Eliif. Tak lama kemudian Eliif keluar
dari kamar mandi.

“kalo mau mandi silahkan Liif…itu ada handuk satu lagi yang tidak aku pakai” Tawarku.
“makasih mas…nanti aja mandi dirumah”
“ada air panasnya kok Liif, gak perlu takut kedinginan dan kalo dah mandi kan ntar dirumah
gak perlu mandi lagi” bujukku
“gak usah mas” tolaknya sambil dia duduk lagi di pinggir ranjang sambil kembeli meliat
laptop yang td posisinya di cerita seru.
“serius amat Liif…emang lagi liat apa sih?” kataku sambil duduk di samping dia agak
kebelakang
“ini lho…cerita yang td”
“awas Liif…kalo baca cerita itu, aku gak nangung resikonya lho ya…”candaku
“ahhh…mas ini bisa saja” katanya kemudian.

Tapi kalau aku liat Eliif duduknya sudah agak gelisah..hmmm..udah horny kali dia. Tapi aku
gak baru buru-buru, jadi aku tahan aja. Slowly man…

“mau liat film yang di download td Liif ? video pendek seh, tapi ada banyak kok”
“wahhh…koleksi mas banyak juga ya….”

Akhirnya aku maju sedikit untuk membuka folder tempat penyimpanan file-file videoku.
Akhirnya dibukalah video lokal yang berdurasi sekitar 12 menit. Lumayan hot permainannya,
dan kayaknya Eliif udah horny tuh.

“Liif….” Panggilku pelan
“hhmmm….” Gumamnya sambil matanya tidak lepas dr layar laptop
“serius amat ngeliatnya Liif… tidak ada jawaban lagi dari Eliif.
“Liiifff….” Panggilku sambil memegak pundaknya dari belakang dan aku usap-usap pundak
sampai lehernya, aku maju lagi duduknya sehingga hampir berhimpitan dengan dia, tapi tetap
kujaga agar Penisku yang dah bangun tidak terkena badannya. Kurasakan nafasnya juga mulai
memburu, dan aku yakin dia udah terangLiifg hebat.

“Liif…..aku horny lho liat film itu dan lebih horny lagi karena liat kamu disini” akhirnya
aku beranikan memeluk dia dari belakang, aku peluk di sekitar perutnya dan aku atur posisi
dudukku agar Penisku bisa menempel di pantatnya. Dan aku yakin dia merasakan itu, krn aku
gak pakai CD. Aku ciumin dari belakang lehernya yang terbuka.

“oohh….” Desahnya sambil kepalanya mendongak ke atas. Aku ciumin terus leher samping dan
telinganya, sambil tanganku tetap memeluk dan mengusap-usap perutnya dari belakang.

“oohhh… mass…geli mas…”

Kuciumin terus leher dan telinganya bergantian, tidak ketinggalan tanganku naik ke dadanya
dan kuremas-remas pelan toketnya dari luar baju.

“aaahhh…geli masss…”

Merasa gak nyaman karena masih ada bh nya, maka tangankumasuk ke dalam bajunya dan ke
belakang untuk membuka kaitan bh nya. Dan setelah kaitannya lepas, maka segera tangaku
kembali menuju ke dadanya lagi untuk meremas-remas toketnya dan memilin putingnya yang dah
tegang, tapi masih dengan kaos dan bh yang masih menempel di badannya.

“aaaahhh…enak mas…” sambill tanganya ke belakang menuju ke k0nt0lku dan diremas-remasnya
dari luar. Akupun merasa keenakan setelah Penisku diremas dia. Dan semakin semangat aku
mengusap-usap dan memilin putting susunya. Akhirnya aku angkat kaosnya dan aku lepaskan
sekalian bh nya. Dan aku balikkan badan Eliif, sehingga sekarang nampaklah toket yang
kenyal dan kencang ada di depanku.

Tanpa menungu lama, mulutku segera mengecup toketnya dan langsung menghisap putingnya.
Eliif tambah keenakan dan desahannya tambah hot saja.

“Oohhh…sssshhhh….enak masss”

Aku teruskan menghisap dan menggigit-gigit pelan putingnya. Dan nampaknya Eliif juga tidak
mau diam, tangannya masuk ke dalam celana karetku dan langsung menangkap Penisku yang
sudah menegang dan mengeluarkan cairan licin di ujungnya. Di kocok-kocok pelan oleh tangan
mungil Eliif. Enak bangetttt…

Sembari mulutku menghisap tetek Eliif, tanganku juga tidak tinggal diam, aku elus-elus
punggung dan perutnya di sekitar pusar, sampai akhirnya aku lepaskan celana jeansnya.
Eliif diam saja, malah mengangkat pantatnya sehingga memudahkan ku untuk melepaskan
celananya. Sementara celanaku sendiri udah di perolot Eliif dari tadi. Sehingga posisi
sekarang adalah Eliif hanya mengenakan celana dalam saja, dan aku hanya mengenakan kaos
saja,.

“Oohh…enak banget Liif kocokan kamu” racauku setelah lepas dr teteknya.

Kuciumin bibirnya yg tipis itu. hmmm….lembut sekali bibirnya. Eliif tetap mengocok pelan
Penisku dan tak lama kemudian dilepaskannya ciumannya dan kepalanya ke bawah. Wahh…
kayaknya dia mau karaoke neh.. dan ternyata tebakanku benar, gak lama kemudian kuliat
Penisku dimasukkan ke mulutnya yang mungil dan kurasakan kehangatan di Penisku.
Dijilatinya lubang kecilku.

“aaahhhh…..enak Liif. Nikmat banget. Oohh…

Mendengar desahannku, Eliif tambah semangat dalam blow job, dikeluar masukkan Penisku ke
di mulutnya, dijilatin dan disedotnya lalu di ciumin sampe pangkalnya, dan buah zakarku
pun tak luput dari ciuman dan sedotan mulutnya. Jago juga neh anak.

Gak lama kemudian aku merasakan gak kuat lagi neh kalo diteruskan seperti ini, maka aku
tarik Penisku dari mulutnya, supaya jangan sampe muncrat maksudnya. Tapi Eliif tetap tidak
mau melepaskannya.

“ohhh…Liifn….udah Liif.. nanti aku muncrat lho..”

“gak pa-pa mas, keluarin aja mas. Eliif pengen mas keluar di mulut Liiftti, nanti Eliif
isep waktu keluar. Mau kan mas ?”
akhirnya aku biarkan aja dia teruskan pekerjaannya, sambil aku nikmati kuluman dan
sedotannya. Memang enakkkk banget. Dan betul aja…gak lama kemudian aku rasa ada yang mau
meledak dari dalam Penisku.

“oohhh…Liif..aku gak kuat Liif…. Aku mau keluar…aahh…sssshhhh…”
Mendengar racauanku, Eliif tambah semangat dan tambah cepat dalammengulum Penisku,
sehingga akhirnya “aaaaahhhhh……Eliifiii….”

Kutembakkan peluruku didalam mulut Eliif dan ada sekitar 8 tembakan bersarang disarang.
Dan benar saja, ternyata yanti langsung menyedotnya. Uuhhh…ngilu men. Udah muncrat,pake
disedot lagi. Akhirnya maniku ditelan abis oleh Eliif.. dan setelah yakin gak ada mani
yang tersisa, Eliif pun melepaskan Penisku yang sudah tidak sekeras tadi.

“Liifn…enak banget sedotan kamu, aku jadi kalah neh. Sekarang gantian ya Liif.. aku akan
puasin kamu” kataku setelah rebahan di ranjang.
“gak usah mas… sudah malam mas, aku harus pulang…lagipula aku juga lagi dapat tamu kok”
katanya

What?? Tenyata benar…aku liat Eliif pake pembalut di balik cd nya itu. aku yang tadi dah
keburu konak, sampai gak memperhatikan keberadaan pembalut itu. tapi yang penting aku dah
bisa menyemprotkan maniku ke mulut dia. Dah ngerasa enak juga kok.

“wahh..aku gak tau Liif kalo kamu lagi mens. Tp jujur aja, permainan kamu hot banget. Aku
utang ya Liif sama kamu. Nanti aku akan puasin kamu. Mens kamu selesai kapan Liif ?”
“Aku bersih hari senin mas, krn mensnya baru dapat kmrn sih. Makanya td ke kamar mandi
buat ganti pembalut mas”
“wahhh…kalo senin aku dah balik ke palembang Liif”
“gak pa-pa kok mas”
“hhmmm…kalo bulan depan gimana Liif ? karena aku ke lampung tiap bulan Liif. Boleh ya
Liif?” pintaku
“iya mas..bulan depan liat aja nanti. Kalo mas datang ke lampung, datang aja ke tempat
Eliif ya”
“pasti Liif….dan ntar kamu nginep aja ya Liif sama aku”
“Ehhh…boleh minta nomer hape kamu gak Liif ?”
“Gak usah mas….ntar kalo mas ke lampung lagi, cari aja Eliif di BATA.”

Akhirnya kita bersih-bersih di kamar mandi. Dan setelah itu aku antar Eliif ke bawah, krn
dia harus pulang. Dan akupun segera kembali ke kamar dengan perasaan bahagia. Dan kondom
yang aku beli di apotik di dekat hotel akhirnya tidak jadi terpakai. Terimakasih ya Eliif,
bulan depan aku akan kembali lagi untuk kamu. Tunggu saja !!-


Terimakasih Atas Kunjungan Anda.Jangan Lupa Selalu Berkunjung Kembali
supaya tidak ketinggalan Cerita cerita Dewasa Terbaru.

Jika Kamu Menyukai Postingan Ini, Share Ke Teman-Temanmu Di Facebook ya Pulsker!


CERITA SEX DEWASA | CERITA SEX TERBARUCERITA SEX HOT | NONTON BOKEP
Cerita Sex Hot Sang Pemikat Cerita Sex Hot Sang Pemikat Reviewed by Layar Lendir on Desember 31, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Bandar Sakong
Diberdayakan oleh Blogger.